Sabtu, 02 Januari 2016

KESESUAIAN MODEL PEMBELAJARAN DENGAN KARAKTERISTIK SISWA SD



KESESUAIAN  MODEL PEMBELAJARAN DENGAN KARAKTERISTIK SISWA SD

Ismawati
IKIP PGRI Semarang
Email : icma_ikip@yahoo.co.id

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. ( UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang sisdiknas ).
Dalam pendidikan, peran guru sangat penting. Guru harus melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai agen pembelajaran, memotivasi, memfasilitasi, mendidik, membimbing, dan melatih siswa sehingga menjadi manusia berkualitas dan mampu mengaktualisasikan potensi kemanusiaannya secara optimum.
Dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab 1 pasal 1 (4) disebutkan bahwa Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Maka dari itu, perlu adanya usaha yang berkesinambungan dalam rangka mengembangkan potensi siswa melalui potensi yang sudah ada dengan mengoptimalkan proses pembelajaran sesuai jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Model pembelajaran yang tepat merupakan salah satu cara mengoptimalkan proses pembelajaran. Model pembelajaran yang tepat ini disesuaikan dengan kondisi, karakteristik dan kebutuhan dari siswa itu sendiri.
Karakteristik siswa Sekolah Dasar berbeda dengan orang dewasa. Karakteristik yang tidak terpenuhi akan membuat siswa merasa tidak senang dan tertekan. Disini guru harus memahami karakteristik siswa.
     Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk yang unik. Mereka mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda-beda dan beraneka ragam. Akan tetapi perbedaan itulah yang membuat warna-warna indah dalam kehidupan. Seperti halnya juga dengan karakteristik siswa Sekolah Dasar yang beraneka ragam.
     Anak SD Senang Bermain. Bermain adalah hal yang menyenangkan bagi siswa. Karakteristik ini menuntut guru SD untuk melaksanakan kegiatan pendidikan yang bermuatan permainan lebih – lebih untuk kelas rendah.
     Anak SD juga Senang Bergerak. Orang dewasa dapat duduk berjamjam, sedangkan anak SD dapat duduk dengan tenang paling lama sekitar 30 menit. Oleh karena itu, guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak berpindah atau bergerak. Menyuruh anak untuk duduk rapi untuk jangka waktu yang lama, dirasakan anak sebagai siksaan.
     Anak usia SD Senang Bekerja dalam Kelompok. Anak usia SD dalam pergaulannya dengan kelompok sebaya, mereka belajar aspek-aspek yang penting dalam proses sosialisasi, seperti: belajar memenuhi aturan-aturan kelompok, belajar setia kawan, belajar tidak tergantung pada diterimanya dilingkungan, belajar menerimanya tanggung jawab, belajar bersaing dengan orang lain secara sehat (sportif), mempelajarai olah raga dan membawa implikasi bahwa guru harus merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak untuk bekerja atau belajar dalam kelompok, serta belajar keadilan dan demokrasi.
     Anak SD Senang Merasakan atau Melakukan/memperagakan Sesuatu Secara Langsung. Ditunjau dari teori perkembangan kognitif, anak SD memasuki tahap operasional konkret. Dari apa yang dipelajari di sekolah, ia belajar menghubungkan konsep-konsep baru dengan konsepkonsep lama. Berdasar pengalaman ini, siswa membentuk konsepkonsep tentang angka, ruang, waktu, fungsifungsi badan, peran jenis kelamin, moral, dan sebagainya. Bagi anak SD, penjelasan guru tentang materi pelajaran akan lebih dipahami jika anak melaksanakan sendiri, sama halnya dengan memberi contoh bagi orang dewasa.
     Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan cara pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar.
Guru harus pandai memilih model pembelajaran. Tidak semua model pembelajaran dapat diterapkan pada semua jenjang. Model pembelajaran   harus disesuaikan dengan tuntutan kurikulum yang harus dicapai.Karena di setiap jenjang pendidikan, siswa memiliki kebutuhan masing-masing.
Salah satu cara memenuhi kebutuhan siswa adalah dengan model pembelajaran yang tepat. Guru SD seharusnya merancang model pembelajaran yang memungkinkan adanya unsur permainan di dalamnya. Guru hendaknya mengembangkan model pengajaran yang serius tapi santai. Penyusunan jadwal pelajaran hendaknya diselang saling antara mata pelajaran serius seperti IPA, Matematika, dengan pelajaran yang mengandung unsur permainan seperti pendidikan jasmani, atau Seni Budaya dan Keterampilan (SBK).
Guru juga harus merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak untuk bekerja atau belajar dalam kelompok. Guru dapat meminta siswa untuk membentuk kelompok kecil dengan anggota 34 orang untuk mempelajari atau menyelesaikan suatu tugas secara kelompok.
Selain itu, Guru hendaknya merancang model pembelajaran yang memungkinkan anak terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh, anak akan lebih memahami tentang air mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah , dengan langsung mengalirkan air dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah.
Dengan model pembelajaran yang sesuai karakteristik siswa, siswa akan merasakan suasana yang menyenangkan dan kebutuhannya tercukupi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar